Resident Evil Requiem: Benarkah Ini Game Terbaik di Seri RE?
Halo bro, kalau kamu fans berat Resident Evil seperti saya, pasti lagi heboh sama Resident Evil Requiem yang baru rilis Februari 2026 ini. Capcom bilang ini “love letter” buat 30 tahun seri RE, dan dari Metacritic 88/100 plus jualan 5 juta kopi dalam 5 hari, kelihatannya banyak yang setuju. Tapi pertanyaannya: benarkah Requiem jadi game terbaik di seri RE?
Saya udah main sampe tamat (dua playthrough, satu Leon, satu Grace), dan ini review jujur dari gamer biasa yang main RE sejak PS1. Spoiler-free ya, tapi ada opini kuat soal kenapa ini bisa jadi top tier — atau malah overhype.
Kenapa Requiem Bikin Ketagihan dari Menit Pertama?
Dari opening scene di sanitarium tua yang gelap gulita, langsung kena horror murni. Capcom campur elemen klasik RE (fixed camera ala RE2 remake) sama mekanik modern RE7/Village (over-the-shoulder). Hasilnya? Claustrophobic banget, koridor sempit penuh zombie, puzzle interlocking yang bikin nagih.
Leon Kennedy balik lagi sebagai protag utama, dan desain karakternya makin badass — gerakan melee brutal, senjata baru seperti nail gun yang bikin headshot zombie memuaskan. Grace (protag kedua) lebih fokus survival stealth, cocok buat yang suka Village. Switch antar karakter mid-game bikin cerita fresh, nggak monoton.
Grafik RE Engine versi terbaru? Gila. PS5 Pro ray tracing bikin bayangan zombie realistis, lighting di Raccoon City hujan deras bikin merinding. Sound design juga top: suara napas ngos-ngosan pas low health, zombie groan yang bikin deg-degan. BGM Koshi Nakanishi (director RE7) campur nostalgia 90s sama orchestral modern — pas banget anniversary 30 tahun.
Gameplay: Campuran Sempurna atau Coba-Coba?
Ini yang bikin Requiem beda dari seri sebelumnya. Dual-protagonist system (Leon action-oriented, Grace horror-pure) bikin replay value tinggi. Leon punya combat cepat, infinite ammo challenge mode ala RE4 remake. Grace lebih lambat, puzzle kompleks, resource management ketat — mirip RE1 klasik.
Puzzle-nya brilian: interlocking rooms di sanitarium bikin kamu bolak-balik cari kunci, sambil hindari Blister Heads (musuh baru yang kulitnya melepuh, suka muncul tiba-tiba). Boss fight epik, terutama yang di Raccoon City — nggak cuma tembak-tembak, tapi strategi penuh.
Tapi ada kekurangan kecil: Raccoon City bagiannya agak repetitive (chore-heavy), dan ending terasa rushed kalau main sekali jalan. Kalau main dua protag, baru lengkap ceritanya.
Cerita: Nostalgia atau Retcon Berantakan?
Capcom pintar banget bikin Requiem jadi “bridge” tiga era RE: klasik (RE1–Code Veronica), modern (RE4–RE6), dan remake era (RE2R–Village). Revelasi soal Raccoon City dan Leon’s past bikin merinding, terutama buat fans lama. Grace sebagai “new blood” bawa perspektif fresh, sambil connect ke Umbrella legacy.
Storytellingnya intimate tapi ambitious — nggak cuma zombie apocalypse, tapi eksplorasi trauma survivor. Tapi ya, ada retcon kecil yang bikin fans purist debat (misal timeline Leon post-RE4). Overall, ceritanya solid 9/10.
Grafik, Sound, & Performance: Top Tier 2026
- PC/PS5 Pro: 60+ FPS ray tracing, texture detail gila, zombie model realistis.
- Switch 2: Miraculous, hampir nggak beda dari PS5 (dock mode).
- Sound: Voice acting Leon (Roger Craig Smith) mantap, zombie sound design bikin jantung copot.
- Playtime: 15–20 jam main story, 30+ jam full completionist.
Benarkah Requiem Terbaik di Seri RE?
Ya dan tidak. Buat saya, Requiem masuk top 3 RE (setelah RE2 Remake & RE4 Remake):
- Kelebihan: Gameplay hybrid sempurna, cerita nostalgia kuat, horror-action balance, replay value tinggi.
- Kekurangan: Raccoon City agak filler, ending rushed, nggak revolusioner seperti RE4 dulu.
Bandingkan:
- RE2 Remake: Puzzle & horror terbaik.
- RE4 Remake: Action revolusioner.
- Requiem: Campuran keduanya + anniversary fan service.
Kalau kamu fans survival horror murni, Requiem wajib main. Kalau suka action shooter, RE4 Remake masih juara. Tapi secara keseluruhan, ini RE terbaik sejak 2005 (RE4 original) — Capcom berhasil bikin seri tetap relevan setelah 30 tahun.
Skor pribadi: 9.2/10 Worth beli? Ya, terutama kalau kamu punya PS5 Pro atau PC kuat. Switch 2 juga oke buat portable horror.
Gimana menurut kalian? Requiem nomor 1 atau masih ada RE lain yang lebih top? Share di komentar dong! Kalau suka review ini, like & subscribe biar nggak ketinggalan update game 2026. Peace out! 🎮🧟♂️

